Habibie & Ainun (2012) | Film Review


Title: Habibie & Ainun (2012)
Directed by: Faozan Rizal
Screenplay by: Ginatri S. Noer and Ifan Adriansyah Ismail
Based on: Habibie & Ainun by B. J. Habibie
Starring: Reza Rahardian, Bunga Citra Lestari, Tio Pakusadewo, Ratna Riantiarno, Mike Lucock, and Vitta Mariana
Music by: Tya Subiakto
Genres: Biography, Drama, History, Romance
Running Time: 118 minutes
Languages: Indonesian, German
Rating: Bimbingan Orangtua (Parents Guide)
Production Companies: MD Pictures
Distributed by: MD Pictures


Rudy Habibie seorang genius ahli pesawat terbang yang punya mimpi besar: berbakti kepada bangsa Indonesia dengan membuat pesawat terbang untuk menyatukan Indonesia. Sedangkan Ainun adalah seorang dokter muda cerdas yang dengan jalur karier terbuka lebar untuknya.

Pada tahun 1962, dua kawan SMP ini bertemu lagi di Bandung. Habibie jatuh cinta seketika pada Ainun yang baginya semanis gula. Tapi Ainun, dia tak hanya jatuh cinta, dia iman pada visi dan mimpi Habibie. Mereka menikah dan terbang ke Jerman.

Punya mimpi tak akan pernah mudah. Habibie dan Ainun tahu itu. Cinta mereka terbangun dalam perjalanan mewujudkan mimpi. Dinginnya salju Jerman, pengorbanan, rasa sakit, kesendirian serta godaan harta dan kuasa saat mereka kembali ke Indonesia mengiringi perjalanan dua hidup menjadi satu.

Bagi Habibie, Ainun adalah segalanya. Ainun adalah mata untuk melihat hidupnya. Bagi Ainun, Habibie adalah segalanya, pengisi kasih dalam hidupnya. Namun setiap kisah mempunyai akhir, setiap mimpi mempunyai batas.

Rudy Habibie is an aircraft genius who has a big dream: to serve the Indonesian people by making aeroplanes to unite Indonesia. While Ainun is a bright young doctor with a wide-open career path for her.

In 1962, these two junior high school friends met again in Bandung. Habibie fell in love with Ainun who was as sweet as sugar to him. But Ainun, she was not only fell in love, she had faith in Habibie’s visions and dreams. They married and flew to Germany.

Having a dream will never be easy. Habibie and Ainun knew that. Their love awakened on the journey to realise dreams. The cold German snow, sacrifice, pain, solitude and temptation of wealth and power when they returned to Indonesia accompanied the journey of two lives into one.

For Habibie, Ainun is everything. Ainun is the eye to see his life. For Ainun, Habibie is everything, a filler of love in his life. But every story has an end, every dream has a limit.


Like my review of Winter in Tokyo (2016), I am going to write this film in two languages, English and Bahasa Indonesia. Since this is an Indonesian film, I will start writing the review in Indonesian.

Seperti yang pernah aku bilang, Habibie & Ainun adalah film pertama yang aku tonton di bioskop. Aku sangat tertarik dengan kisah Habibie dan Ainun, terutama semenjak Ainun meninggal. Kemudian Habibie mengeluarkan buku yang mengisahkan kisah cinta mereka sebagai bentuk kerinduan dan cintanya pada Eyang Ainun Dan buku itu lalu diangkat menjadi film. Aku tak pernah menyesal menonton film ini karena kisah mereka begitu menginspirasi. Habibie dan Ainun menjadi pasangan kesukaanku setelah Ratu Victoria dan Pangeran Albert. Mereka adalah bukti nyata bahwa cinta sejati itu ada.

Ketika film ini pertama kali tayang di bioskop, aku langsung antusias dan tidak mau menunggu hingga film ini tayang di televisi. Antusiasme-ku ini memang sebenarnya didasari karena cerita-cerita dari Eyang Habibie setelah ditinggal pergi oleh Eyang Ainun. Cintanya yang begitu besar pada Eyang Ainun membuat kisah mereka terdengar di mana-mana. Kata ‘viral’ belum bisa digunakan karena saat itu sosial media belum gencar seperti sekarang ini. Tapi kisah cintanya begitu populer sehingga tanpa bantuan sosial media sekali pun, semua orang tahu bagaimana Eyang Habibie begitu mencintai Eyang Ainun. Bukan hanya karena pernah menjabat sebagai Presiden Republik Indonesia, Eyang Habibie memang dikenal sebagai orang yang sangat jenius dan membuat pesawat. Cita-citanya adalah agar Indonesia dapat membuat pesawat terbangnya sendiri.

Film ini menceritakan perjalanan Eyang Habibie bersama cinta sejatinya, Eyang Ainun, mengarumi rumah tangga. Bagaimana Eyang Habibie berusaha semaksimal mungkin untuk memajukan dan mensejahterahkan Indonesia, mewujudkan mimpinya untuk membuat pesawat terbang untuk Indonesia. Reza Rahardian benar-benar membuktikan bahwa dirinya adalah aktor berbakat. Secara fisik, Reza Rahardian memang tidak mirip dengan Eyang Habibie, tapi segala hal yang ia lakukan sangat persis dengan Eyang Habibie. Ia mampu menirukan gaya bicara, tertawa, bahkan gaya berjalan Eyang Habibie. Karena itu, meskipun Reza Rahardian tidak terlihat mirip dengan Eyang Habibie, tindak tanduknya sudah menunjukkan kemiripan yang cukup berarti. Bunga Citra Lestari pun mampu menggambarkan kecantikan dan kekaleman dari Eyang Ainun. Suara indah Bunga Citra Lestari pun akhirnya ikut menyumbangsih lagu soundtrack dari film Habibie & Ainun ini. Para produser film ini benar-benar tidak salah memilih pemeran untuk Habibie dan Ainun. Reza Rahardian dan Bunga Citra Lestari benar-benar pilihan yang tepat untuk memerankan dua sosok ini.

Harus aku akui, Reza Rahardian dan Bunga Citra Lestari mampu membangun chemistry yang baik, sehingga mampu meyakinkan penonton mengenai kisah cinta Eyang Habibie dan Eyang Ainun. Film Habibie & Ainun ini berhasil menunjukkan kisah cinta yang manis yang mampu membuat penontonnya tersenyum, tertawa, bahkan sampai menangis.

Film ini dibungkus dengan sangat baik, di luar beberapa hal kecil yang menurutku sedikit janggal dan tidak pada porsinya. Misalnya, iklan-iklan biskuit yang tentunya belum ada pada zaman itu, atau bahkan uang elektronik pada gerbang tol yang seharusnya dikala itu masih dilakukan secara manual. Pengambilan gambarnya pun dilakukan dengan baik, meski ada beberapa hal yang terlihat sekali merupakan buatan digital atau komputer. Akan tetapi secara keseluruhan, film ini telah menyuguhkan sebuah tontonan yang sangat baik dan indah.

“Tak perlu seseorang yang sempurna, cukup temukan orang yang selalu membuatmu bahagia dan membuat berarti lebih dari siapa pun.” – B. J. Habibie

Secara keseluruhan, Habibie & Ainun adalah film Indonesia terbaik yang pernah kutonton. Kisah cinta Eyang Habibie dan Eyang Ainun benar-benar menginspirasi. Aku sama sekali tidak menyesal telah menonton film ini di bioskop dan bahkan beberapa kali di televisi. Film ini cocok untuk kalian yang senang dengan sejarah, maupun kalian yang senang dengan cerita romantis. Aku benar-benar menikmati film ini. Film ini berhasil menjadi inspirasi untuk banyak orang, terutama kisah cinta Eyang Habibie dan Eyang Ainun yang tak lekang waktu.

Aku beri Habibie & Ainun 9 dari 10 bintang.

Ada beberapa fakta menarik yang tidak berhubungan dengan film ini mengenai Eyang Ainun. Semenjak ditinggal oleh Eyang Ainun, Eyang Habibie setiap hari merindukan mendiang istrinya tersebut. Meski demikian, cintanya tidak pernah sirna. Istilah sampai maut memisahkan tidak berlaku baginya. Bahkan ketika Eyang Ainun sudah tiada, Eyang Habibie masih mencintai Eyang Ainun. Ia bahkan masih merasa kehadiran Eyang Ainun di setiap sudut rumahnya. Begitu besarnya cinta Eyang Habibie pada mendiang istrinya.

“Tanpa cinta, kecerdasan itu berbahaya. Dan tanpa kecerdasan, cinta itu tidak cukup.” – B. J. Habibie

Makam Eyang Ainun selalu dipenuhi bunga, karena Eyang Habibie selalu mengirimkan bunga ke makam tersebut seminggu dua kali. Setiap Jumat, Eyang Habibie pun selalu datang berkunjung ke makam untuk berdoa. Ini adalah bukti bahwa Eyang Habibie benar-benar mencintai Eyang Ainun bahkan ketika maut memisahkan, cintanya tidak pudar. Lahan kosong di sebelah makam Eyang Ainun telah dipersiapkan untuk Eyang Habibie, karena ketika ajal menjemput, beliau tetap ingin berada di samping Eyang Ainun.

Sekarang Eyang Habibie pun pergi untuk selamanya. Indonesia telah kehilangan salah satu putera terbaiknya. Selamat jalan, Bapak Reformasi. Selamat jalan, Mr Crack. Selamat jalan, Bapak Teknologi Indonesia. Selamat terbang menuju keabadian dan berjumpa dengan cinta sejatimu kembali. Terima kasih untuk semua hal yang telah kau berikan. Jasamu untuk negara ini tidak akan kami lupakan. Kau adalah inspirasi bagi semua orang, termasuk aku.

“Dulu saya takut sekali mati, tapi sekarang tidak, karena yang pertama akan menemui saya di dimensi lain bukan hanya Ibu dan keluarga saya saja, tapi juga Ainun.” – B. J. Habibie

Review film kali ini aku persembahkan untuk Eyang Habibie. Seluruh Rakyat Indonesia akan merindukanmu, Eyang. Jasa dan pengabdianmu pada Indonesia tidak akan terlupakan. Kami akan terus melanjutkan perjuanganmu untuk memajukan Indonesia.

As I once said, Habibie & Ainun was the first film I watched in the theatre. I was very interested in the story of Habibie and Ainun, especially since Ainun died. Then Habibie wrote a book that tells their love story as a form of longing and love for Ainun. The book was then appointed as a film. I never regret watching this film because their stories are so inspiring. Habibie and Ainun became my favorite couple after Queen Victoria and Prince Albert. They are a living proof that true love exists.

When this film first appeared in theatres, I was immediately enthusiastic and did not want to wait until the film aired on television. My enthusiasm is actually based on stories from Eyang Habibie after being left by Eyang Ainun. Eyang means granfather or grandmother in English and everyone has been calling Habibie as Eyang Habibie. Eyang Habibie’s great love for Eyang Ainun makes their story heard everywhere. The word ‘viral’ cannot be used because at that time social media was not as intense as it is today. But their love story is so popular that even without the help of social media, everyone knows how Eyang Habibie loved Eyang Ainun. Not only because he had served as President of the Republic of Indonesia, Eyang Habibie was indeed known as a genius who made aircraft. His goal was always for Indonesia to be able to make its own aircraft.

This film tells the story of Eyang Habibie’s journey with his true love, Eyang Ainun, before and after marriage. How did Eyang Habibie try his best to advance and prosper Indonesia, realising his dream of making aeroplanes for Indonesia. Reza Rahardian really proves that he is a talented actor. Physically, Reza Rahardian does not resemble Eyang Habibie, but everything he does is very similar to Eyang Habibie. He was able to imitate the style of speech, laughter, and even every style of Eyang Habibie. Therefore, although Reza Rahardian does not look like Eyang Habibie, his actions have shown significant similarities. Bunga Citra Lestari was able to describe the beauty and calm of Eyang Ainun. The beautiful voice of Bunga Citra Lestari also contributed as the soundtrack of this Habibie & Ainun movie. The filmmakers really are not wrong to choose the cast for Habibie and Ainun. Reza Rahardian and Bunga Citra Lestari are truly the right choices to play these two figures.

I must admit, Reza Rahardian and Bunga Citra Lestari were able to build a very good chemistry, so as to convince viewers of the love story of Eyang Habibie and Eyang Ainun. This Habibie & Ainun film has successfully shown a sweet love story that is able to make the audience smile, laugh, and even cry.

The film was wrapped really well, excluding of a few small things that I think are a bit odd and not on the portions. For example, biscuit advertisements which certainly did not exist at that time, or even electronic money at the toll gate that was not supposed to be there, because paying at the toll gate was still done manually at that time. The scenes were taken well, although there are some things that look very digital or computer made. But overall, this film has presented a spectacle that is very good and beautiful.

“You don’t need someone who is perfect, just find someone who always makes you happy and makes more meaning than anyone.” – B. J. Habibie

Overall, Habibie & Ainun is the best Indonesian film I have ever watched. The love story of Eyang Habibie and Eyang Ainun is truly inspiring. I have no regrets about watching this film in the theatre and even on television several times. This film is suitable for those of you who love history, and those of you who love romantic stories. I really enjoyed this film. This film has become an inspiration for many people, especially the timeless love  storyof Eyang Habibie and Eyang Ainun.

I give Habibie & Ainun 9 out of 10 stars.

There are some interesting facts that are not related to this film about Eyang Ainun. Since Eyang Ainun left, Eyang Habibie always misses his late wife every single day. Even so, his love never vanished. The term ’till death do us part’ does not apply to him. Even when Eyang Ainun has gone, Eyang Habibie still loves Eyang Ainun. He even still felt the presence of Eyang Ainun in every corner of his house. That is how big Eyang Habibie’s love towards his late wife.

“Without love, intelligence is dangerous. And without intelligence, love is not enough.” – B. J. Habibie

Eyang Ainun’s grave is always filled with flowers, because Eyang Habibie always sends flowers to the tomb twice a week. Every Friday, Eyang Habibie always comes to visit the tomb to pray. This is proof that Eyang Habibie truly loves Eyang Ainun even when death separated the,, his love did not fade. Empty land next to the grave of Eyang Ainun has been prepared for Eyang Habibie, because even after Eyang Habibie died, he still wanted to be beside Eyang Ainun.

Now Eyang Habibie has gone forever. Indonesia has lost one of its best son. Goodbye, Mr Reformation. Goodbye, Mr Crack. Goodbye, Mr Technology Indonesia. May you fly to eternity and meet your true love again. Thank you for everything you have given. All your services to this country will never be forgotten. You are an inspiration to everyone, including me.

“I used to be very scared of death, but not now, because the first person to meet me in another dimension will not be only my mother and my family, but also Ainun.” – B. J. Habibie

This film review is dedicated to Eyang Habibie. All of Indonesians people will miss you, Eyang. Your services to Indonesia will not be forgotten. We will continue your fight to advance Indonesia.

😘   Toodle-oo,

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s